Jumat, 20 Juni 2014

Sejarah Akademi Pariwisata Mataram

Sejalan dengan perkembangan kawasan wisata di NTB, maka tuntutan akan kebutuhan tenaga kerja pariwisata kian meningkat. Dengan mempertimbangkan aspek potensi dan kearifan lokal serta rasa keterpanggilan pengurus yayasan untuk berperan aktif dalam mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja pariwisata, maka pada tahun 1986 pengurus yayasan bekerja sama dengan Yayasan Kertha Wisata Denpasar membentuk Yayasan Kertha Wisata Cabang Mataram mendirikan Pusat Pendidikan Perhotelan dan Pariwisata Bali (P4B) Cabang Mataram di bawah izin Departemen Tenaga Kerja dengan membuka Program Vocational Training (Voctra), yaitu program 3 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun (sebagai cikal bakal dari Akademi Pariwisata Mataram sekarang).

Melihat kenyataan perkembangan Pariwisata NTB yang sangat prospektif dan kebutuhan tenaga kerja meningkat termasuk kebutuhan lulusan Diploma III, maka yayasan bertekad lebih berperan aktif dalam memajukan kepariwisataan di NTB melalui penyiapan sumber daya manusia (Human Resources) yang berupa tenaga terdidik profesional di bidang kepariwisataan. Untuk itu, melalui surat keputusan Yayasan Kertha Wisata cabang Mataram nomor: 001/YKW/M/I/1987 tanggal 04 Januari 1987 didirikan Akademi Perhotelan dan Pariwisata Mataram (APPM) secara resmi. Selanjutnya melalui surat permohonan pendirian APPM No. 007/YKW/M/2/1987 tanggal, 15 Februari 1987 disampaikan kepada Kopertis Wilayah VIII di Denpasar untuk memperoleh status terdaftar. Proses ini akhirnya menemui jalan buntu karena adanya Surat Keputusan Bersama Mendikbud dan Menparpostel yang menetapkan izin pendirian hanya 2 Akademi Pariwisata di Denpasar untuk wilayah Indonesia Timur. Atas saran Mendikbud melalui Kopertis Wilayah VIII, akhirnya status APPM dijadikan kelas filial dari Akademi Pariwisata Denpasar yang berada di bawah naungan Yayasan Kertha Wisata Denpasar. 

Akademi Perhotelan dan Pariwisata Mataram sampai tahun 1994 belum mempunyai status, akhirnya yayasan memutuskan untuk tidak lagi menerima mahasiswa baru padahal peminatnya terus meningkat. Hal ini didasarkan atas surat edaran Mendikbud yang tidak memperkenankan PTS menerapkan sistem kelas filial. Kondisi ini tidak menyurutkan semangat para pengelola yayasan untuk terus memperjuangkan berdirinya Akademi Pariwisata Mataram agar mempunyai status terdaftar yang diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat NTB. Selanjutnya, yayasan mengeluarkan surat keputusan dengan Nomor: SK-002/YKW-M/IX/95 tanggal 25 September 1995 tentang pendirian Akademi Pariwisata (AKPAR) Mataram.

Dengan memperhatikan saran Kopertis Wilayah VIII yang mensyaratkan pendirian PTS harus bernaung di bawah yayasan yang berdiri sendiri (bukan berstatus cabang), maka atas persetujuan Yayasan Kertha Wisata Pusat Denpasar dengan Surat No. SK: 351/YKW/XI/95, Yayasan yang pada mulanya berstatus cabang dilakukan perubahan menjadi Yayasan Kertha Wisata Mataram melalui akte notaris Lalu Sribawa, S.H. dengan Nomor: 148 tanggal 25 Desember 1995. Yayasan Kertha Wisata Mataram dengan surat nomor: B-016/YKW-M/IV/96 tanggal 4 April 1996, secara resmi mengajukan permohonan pendirian Akademi Pariwisata Mataram kepada Mendikbud RI melalui Kopertis Wilayah VIII Denpasar. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Team Akreditasi yang dipimpin langsung oleh Koordinator Kopertis Wilayah VIII Denpasar Bapak Ir. Bagus Ketut Lodji, MS, maka pihak Kopertis Wilayah VIII mendukung sepenuhnya pendirian Akademi Pariwisata Mataram dengan Surat Keputusan No: 2384/008/KL/1996 tanggal 05 Juli 1996.

Perhatian pihak pemerintah pusat terhadap perkembangan dan pertumbuhan kepariwisataan di NTB begitu besar, hal ini terbukti melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia segera menindaklanjuti usulan pendirian Akademi Pariwisata Mataram dengan mengeluarkan status terdaftar kepada Akademi Pariwisata (AKPAR)Mataram dengan Keputusan Mendikbud Nomor: 04/D/O/1996 tanggal 16 januari 1997. Keputusan status terdaftar tersebut diberikan untuk jenjang pendidikan Program Diploma III yang meliputi Program Studi Perhotelan dan Program Studi Usaha Perjalanan Wisata(UPW). Dengan SK status terdaftar tersebut, maka sejak itu Akademi Pariwisata (AKPAR) Mataram resmi menjadi Lembaga Pendidikan Pertama untuk tingkat akademi di NTB yang berada di bawah naungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Setelah menempuh perjalanan panjang dan penuh liku-liku, dan di saat meniti perjalanan dan perkembangan Akademi Pariwisata Mataram, pengurus Yayasan Kertha Wisata Mataram menerima surat dari yayasan Kertha Wisata Denpasar dengan Nomor: B:245/YKW/I/1997 tanggal 04 Januari 1997 tentang pemberlakuan sertifikat hak paten untuk yayasan itu, yang pada prinsipnya agar lembaga lain tidak menggunakan nama yang sama. Berdasarkan surat tersebut, Pengurus Yayasan Kertha Wisata Mataram mengadakan rapat dengan keputusan untuk mengubah nama Yayasan Kertha Wisata Mataram menjadi Yayasan Kertya Wisata Mataram yang kemudian dituangkan dalam bentuk Akte Notaris Eddy Hermansyah, S.H. Nomor: 51 tanggal 19 Agustus 1998. 
Dengan hadirnya akte baru tersebut, maka sejak itu pula yayasan secara resmi menjadi Yayasan Kertya Wisata Mataram sebagai yayasan mandiri yang menaungi dua lembaga, yakni 1) Pusat Pendidikan Perhotelan Bali (P4B) Cabang Mataram dengan Program Satu Tahun (Setara DI) di bawah izin Depnaker, dan 2) Akademi Pariwisata Mataram di bawah izin Depdiknas dengan program studi: 1) Usaha Perjalanan (UPW) jenajang D3, dan 2) Perhotelan, dengan jenjang D3. Selanjutnya untuk tujuan efisiensi, Program Satu Tahun P4B Cabang Mataram diintegrasikan menjadi Program DI Perhotelan pada Akademi Pariwisata Mataram berdasarkan SK Dirjen Dikti Depdikbud RI Nomor: 361/DIKTI/Kep/1998 tentang Penyelenggaraan Program studi, jenjang D1 dan D2 di lingkungan Perguruan Tinggi Swasta. Dengan demikian, sejak itu Yayasan Kertya Wisata Mataram hanya menaungi Akademi Pariwisata (AKPAR) Mataram dengan dua program studi, yakni Perhotelan, jenjang D1 dan D3, sementara itu untuk Usaha Perjalanan Wisata, dengan jenjang D3.

Pada tahun 2004 dan 2005 Akademi Pariwisata Mataram memenangkan Hibah Kompetisi A-1 dan tahun 2006 memperoleh PHK-PMP dari Dikti. Pada tahun 2006/2007 Akademi Pariwisata Mataram membentuk Lembaga Penjamin Mutu (LPM) sebuah lembaga independen internal yang berfungsi mengukur mutu input, proses, dan keluaran. Lembaga ini dibentuk untuk memenuhi harapan berbagai pihak sebagai perwujudan akuntabilitas publik secara internal. Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik secara eksternal, Akpar Mataram dapat membuktikan dirinya melalui penilaian BAN-PT terhadap Program Studi Perhotelan, dengan jenjagn D3, terakreditasi dengan nilai B pada tahun 2008. Sementara itu untuk Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, jenjang D3 sedang dipersiapkan untuk akreditasinya. 
Pada tahun ini (tahun akademik 2010/2011) mahasiswa terdaftar di Akademi Pariwisata Mataram berjumlah 323 orang dengan perincian: Prodi Perhotelan, jenjang D3 231 orang, sedangkan Prodi UPW jenjang D3 sebanyak 92 orang seperti nampak pada Tabel 3.1 baik Prodi Perhotelan dan UPW, telah meluluskan mahasiswa sebanyak 601 orang secara rinci dapat dilihat padaTabel 3.2. 

Hingga saat ini Akademi Pariwisata Mataram telah memiliki 28 orang dosen tetap dan  dibantu 20 orang dosen tidak tetap, seperti tampak pada Tabel 3.3, dan Tabel 3.4 Tenaga pendukung, yaitu Pustakawan, teknisi, laboran dan CS sebanyak 12 orang, dapat dilihat pada Tabel 3.5. Akademi Pariwisata Mataram telah memiliki Jurnal Ilmiah “HOSPITALITY” dengan nomor ISSN 1693-4695 yang terbit 2 kali dalam setahun. Jurnal ilmiah ini merupakan sarana bagi para dosen untuk menuliskan artikel hasil penelitian.

Source : http://www.akparmataram.ac.id/index.php/akpar-mataram/sejarah

Jadwal Test di AKPAR MATARAM

Pelaksanaan Testing Masuk / PMB  AKPAR Mataram 2014-2015 :
Tes Gel. I (9 Juni 2014)
  • Tgl tes tulis: 9 Juni 2014
  • Tgl tes wawancara: 10 Juni 2014
  • Pengumuman: 13 Juni 2014
  • Daftar ulang: 13—20 Juni 2014
Tes Gel. II (9 Juli 2014)
  • Tgl tes tulis: 9 Juli 2014
  • Tgl tes wawancara: 10 Juli 2014
  • Pengumuman : 14 Juli 2014
  • Daftar ulang : 14—21 Juli 2014
 Tes Gel. III (15 Agustus 2014)
  • Tgl tes tulis: 15 Agustus 2014
  • Tgl tes wawancara:  16 Agustus 2014
  • Pengumuman : 18 Agustus 2014
  • Daftar ulang : 18—25 Agustus 2014

Pendaftaran Baru di Akademi Pariwisata Mataram (AKPAR)


Tempat Pendaftaran : Kampus AKPAR MAtaram
Jln. Panji Tilar Negara No. 99X Tanjung Karang Mataram
Tlp. (0370) 633393-633394 Fax. (0370) 632316
www.akparmataram.ac.id Email: info@akparmataram.ac.id
Syarat Pendaftaran :
  1. Mengisi formulir pendaftaran
  2. Fotocopy Surat Keterangan Lulus (SKL) (Menyerahkan foto copy STTB SLA sederajat + nilai = 1 Lembar bisa menyusul)
  3. Pasfoto Berwarna ukuran 3×4 = 4 Lembar
  4. Membayar uang pendaftaran Rp. 200.000,-
Biaya Kuliah Tahun Akademik 2014/2015 untuk Diploma III Jurusan UPW & Perhotelan
No.Uraian PembayaranBesarnyaArgumentKeterangan
1.SDP (Sumbangan Dana Pembangunan) Rp. 4.000.000 dapat dicicil 4x (1 tahun)
2.000.000
       TetapCicilan I -
2.BOP (Biaya Operasional Pendidikan)
300.000
Dibayar Persemester
3.Biaya SKS 20 @ Rp.70.000
1.400.000
Dibayar Per SKS/Semester
4.Registrasi
300.000
Dibayar Persemester
5.Asuransi & Kartu Mahasiswa
100.000
-
6.Biaya PDSP
500.000
-
Total Biaya Daftar Ulang
4.650.000
 Pembayaran Cash

Keterangan Tabel:
Uang Gedung Rp. 4.000.000 dapat dicicil ( 3x dalam 1 tahun):
  1. Cicilan I         Rp. 2.000.000.- dibayar bersamaan pada saat Daftar Ulang.
  2. Cicilan II        Rp. 1.000.000.- dibayar menjelang/pada saat Midle Test ganjil
  3. Cicilan III       Rp. 1.000.000.- dibayar menjelang/pada saat Midle test genap
Pakaian Seragam dibeli di Koperasi dengan biaya  Rp. 700.000.-
Pakaian yang diperoleh :
  1. Jas Almamater
  2. Dasi
  3. Pakaian Praktek
  4. Pakaian Khas AKPAR Mataram
  5. Termasuk ongkos jahit
Biaya Praktikum dibayar pada saat Mata Kuliah Muncul. (Rp.1.200.000)
  1. a.    Untuk prodi perhotelan matakuliah praktikum pada Semester 2,3, dan 4
  2. b.    Untuk prodi UPW matakuliah praktikum pada Semester 2,dan 
Informasi Lengkap (Contact Person) :
1. Made Murdana (081999774619)
2. Mr. Joe (087 864 156 134)

Akademi Pariwisata Mataram (AKPAR)

Tentang AKPAR Mataram
Gerbang Akademi Pariwisata Mataram
Akademi Pariwisata mataram merupakan Sekolah Tinggi Pariwisata yang ada di Nusa tenggara Barat di bawah Departemen Pendidikan Tinggi (DIKTI) yang memperoleh predikat akreditasi dengan nilai B (Bagus). Akademi Pariwisata Mataram berlokasi di Jl. Panji Tilar Negara no.99xTanjungkarang Ampenan Telephone 0370-633393 email.akparmataram@gmail.com



Berikut yang terdapat di Akademi Pariwisata Mataram :
Program Studi Unggulan:
1. Diploma III Perhotelan (akreditasi B) BAN-PT No:001/BAN-PT No001/BAN-PT/Ak-VIII/Dpl-III/V/2008
2. Diploma III Usaha Perjalana Wisata (akreditasi B) BAN-PT No.002/BAN-PT/Ak-XI/Dpl-III/VI/2011
3. Diploma I Perhotelan (Prog. Setifikat) Kerjasama Disnakersostrans

Fasilitas Lengkap
1. Tersedia Hot Spot 24 jam
2. Pembelajaran base IT
3. Tersedia Lab. FO, HK, Bar & Restaurant, Kitchen, Tour & Travel
4. Fasilitas belajar lengkap: internet, LCD, Multimedia lainnya
5. Koleksi perpustakaan lengkap dengan e-library system
6. Memiliki dosen praktisi dari industri dan tenaga pengajara asing (volunteer)
7. Suasana kampus yang asri

Nilai Tambah Kuliah di AKPAR Mataram
1. Lulusan cepat bekerja, bahkan banyak bekerja sebelum menyelesaikan studi
2. Tersedia banyak beasiswa
3. Lulusannya selain dapat bekerja di Kapal Pesiar, Hotel & Restaurant luar negeri, Tour & Travel, Perusahaan Asing, dapat juga sebagai PNS & instansi lain.
4. Sebagai Team Service
5. LO (Liasion Officer) pada event lokal, nasional dan bahkan internasional

Kamis, 19 Juni 2014

Air Terjun Benang Kelambu (Lombok Tengah)


Air Terjun Benang Kelambu berada di bagian atas hulu dari Air Terjun Benang Stokel.  Air terjun ini keluar dari sela-sela pohon gambung yang rindang dengan enam deret titik air tercurah dari atas bukit mirip dengan kelambu/ tirai.  Karena itulah air terjun ini disebut Benang Kelambu.  

Di kawasan Air Terjun Benang Kelambu ini terdapat dua kelompok air terjun, keduanya bersumber dari mata air.  Kelompok pertama berada di sebelah kiri jika kita turun dari undakan jalan tangga dan terdiri atas dua terjunan air.  Sedangkan kelompok kedua, yang menjadi air terjun utama, berada tepat di depan jika kita turun dari undakan jalan tangga.  Kelompok kedua ini terdiri atas empat terjunan air.

Kedua kelompok air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 40 m dan mempunyai dua hingga tiga tingkatan.  Dari tingkatan pertama (titik teratas) yang berketinggian sekitar 30 m curahan air tidak langsung terjun ke kolam, melainkan  jatuh ke tingkatan dibawahnya, dimana terdapat tiga susunan batu yang disinggahinya sebelum akhirnya mencapai kolam.  Batu lebar berbentuk ceper ini, menahan air terjun sebelum jatuh ke piringan ke tiga hingga ke kolam, sehingga airnya tidak terlalu keras menghantam. Oleh karena itu, banyak pengunjung yang bisa langsung mandi di bawah air terjun ini.  Konon menurut kepercayaan masyarakat setempat, setiap kali mandi di tempat ini akan membuat orang keliatan satu tahun lebih muda.

Pantai Bumbangku

                                              
Dibalik ombak bergulung pantai Gerupuk yang terkenal ganas dan menjadi buruan para surfer dunia, ternyata tersembunyi keindahan sebuah pantai berpasir putih, dengan latar belakang pemandangan bukit menghijau, yang hutannya bahkan belum terjamah tangan-tangan manusia. Ya, itulah pantai Bumbang yang terletak di Desa Pujut, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Sayangnya, akses transportasi darat menuju lokasi obyek wisata pantai Bumbang ini masih terbilang sulit. Jalannya yang turun naik medan perbukitan dan jauh karena harus melingkar, serta masih belum di aspal, membuat daerah ini seperti terisolasi dari dunia luar, sehingga masih jarang sekali dikunjungi wisatawan.
Namun demikian, bukan berarti jalan darat tidak disukai. Para wisatawan yang memiliki kegemaran petualangan, dengan menggunakan sepeda motor atau mobil off road, justeru sengaja melalui jalan rusak ini untuk memacu adrenalin.
Beratnya medan dan lelah yang dirasakan, akan terbayar lunas dengan pemandangan yang disuguhkan selama perjalanan, keindahan medan perbukitan dengan lembah-lembahnya yang hijau, dan di sebelah selatan terhampar laut biru Samudera Hindia yang menawan.
Namun bagi yang tak suka petualangan darat, masih ada satu jalan alternatif yang bisa dilalui untuk mencapai pantai Bumbang, yakni akses transportasi menyeberang laut dengan menggunakan perahu sekitar 30 menit perjalanan melalui pantai Gerupuk, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut.
Menurut Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Lombok Tengah, Karyadi, untuk menyeberang dari pantai Gerupuk menuju pantai Bumbang, pengunjung bisa carter perahu dengan membayar biaya sebesar Rp 170.000.
Dengan berangkat melalui jalur penyeberangan dari pantai Gerupuk, wisatawan sebelumnya bisa mengunjungi Instalasi Balai Budidaya Laut milik Direktorat Jenderal Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang di bangun sejak tahun 1995 di Desa Gerupuk.
“Di tempat ini mereka bisa melihat secara langsung cara-cara pemijahan ikan kerapu bebek, budidaya abalong (kerang mata tujuh), lobster, kepiting, mutiara, hingga rumput laut. Sedangkan dalam perjalanan, bisa mampir di keramba-keramba terapung yang merupakan lokasi untuk pembesaran,” jelas Karyadi.
Berikutnya, perjalanan menyeberang akan melalui lokasi-lokasi surfing, dimana para surfer dengan di antar perahu, terlihat sedang menunggu ombak besar untuk kemudian beraksi menantang keganasan ombak pantai Gerupuk di atas papan surfing-nya. “Di pantai Gerupuk, ada empat lokasi surfing yang menjadi idola para surfer,” terang Karyadi.
Sedangkan di sebelah kanan (arah selatan), terlihat dua tebing berdiri dengan kokohnya mengapit laut di tengahnya, seakan-akan seperti gerbang raksasa yang langsung menghadap ke arah pantai selatan, atau Samudera Hindia.
Setelah menyusuri laut di sekitar Bukit Perigi, sebuah Gili (pulau kecil) tanpa penghuni, berikutnya di depan mata akan terlihat hamparan pasir putih memanjang, dengan latar belakang perbukitan yang hijau. Inilah pantai Bumbang, surga dunia yang seakan-akan masih tersembunyi.

Pantai Kuta (Lombok Tengah)

Pantai kuta ini juga sering disebut dengan pantai mandalika.  Pantai kuta terletak di kabupaten lombok tengah, nusa tenggara barat. Untuk mencapai pantai kuta lombok para wisatawan dapat memulai perjalanan dari terminal mandlika yang terletak di bertais kemudian menuju ke praya yang terletak di lombok tengah dan dilanjutkan menuju ke kuta. Sesampainya di pantai kuta, pengunjung dapat melihat pemandangan birunya air laut dan hamparan pasir yang terbentang luas, ditambah lagi dengan keindahan bukit-bukit yang terdapat disekitar pantai semakin menambah keindahan pantai kuta.
Hal yang menjadikan ciri khas dari pantai ini adalah pasirnya yang berbentuk menyerupai butiran merica dimana jenis pasir seperti ini tidak dapat dijumpai di tempat lain. Menurut penduduk sekitar, pasir tersebut merupakan sarang dari cacing laut yang biasa disebut nyale-nyale. Cacing tersebut membuat sarang dengan cara melubangi karang berwarna putih yang banyak ditemukan di pantai kuta.
Hasil dari galian cacing nyale-nyale tersebut kemudian terbawa ombak sampai ke daratan hingga menjadi pasir. Di pantai tersebut juga sering diadakan peringatan bau nyale, yaitu peringatan untuk menanti kembalinya putri mandalika. Putri mandalika sendiri merupakan salah satu mitos yang terdapat di pantai kuta. Menurut masyarakat putri mandalika adalah seorang putri yang sangat cantik dengan rambut yang panjang sehingga banyak laki-laki yang mendekati dan ingin melamarnya.
Karena bingung menentukan pilihan, akhirnya puti mandalika memutuskan untuk terjun ke dalam laut. Namun sebelum putri mandalika pergi, beliau sempat berjanji akan kembali satu kali dalam setahun. Untuk itulah masyarakat mengadakan upacara  bau nyale. Selain itu, masyarakat juga percaya bahwa cacing nyale-nyale merupakan penjelmaan dari rambut putri mandalika.